FESTIVAL BAU NYALE DI PANTAI SEGER MANDALIKA

Pesona keindahan Mandalika, yang telah ditetapkan sebagai 10 destinasi Bali baru ini sungguh luar biasa. Mandalika yang disebut bernuansa mirip Nusa Dua Bali, merupakan permata tersembunyi yang terletak di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mandalika telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan luas 1.036 hektar. Lokasinya persis menghadap ke Samudera Hindia, sehingga cocok menjadi tempat pariwisata andalan.

Bahkan, Mandalika yang eksotis dan tropis menjadi tuan rumah perhelatan kejuaraan balap motor internasional MotoGP pada tahun 2021 mendatang. Untuk itu, saat ini tengah dibangun Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar, yang terdiri dari Sirkuit Balap Skala Internasional, Convention Center dan tujuh hotel mewah.

Wisata Mandalika menawarkan budaya yang menarik untuk dipelajari. Yang paling terkenal adalah Festival Bau Nyale yang diadakan setiap setahun sekali di bulan Februari atau Maret. Festival ini merupakan tradisi Suku Sasak menangkap cacing laut di Pantai Seger. Konon cacing Nyale ini merupakan jelmaan Putri Nyale atau Putri Mandalika, telah ada sejak ratusan tahun lalu. Penduduk setempat menganggapnya suci dan penuh kebahagiaan.

Legenda masyarakat Suku Sasak, kecantikan dan kebaikan hati Putri Mandalika begitu tersohor sehingga banyak pangeran terpikat. Sang Raja, ayah dari Putri Mandalika, menyerahkan keputusannya kepada sang putri. Akhirnya, Puti Mandalika memilih mengorbankan dirinya dengan terjun ke laut dan hilang ditelan ombak, demi tidak terjadi perpecahan dan peperangan di negerinya karena memperebutkan dirinya. Konon, Putri Mandalika menyebutkan dirinya di Pantai Seger.

Di Pantai Seger terdapat Monumen Putri Nyale yang menambah keindahan dari landscape alam. Selain itu, di Pantai Seger, wisatawan dapat menikmati pantai berpasir putih dengan gugusan bukit indah yang dinikmati dari kejauhan. Di pantai ini, ombaknya cocok untuk berselancar. Wisatawan juga dapat menjelajah susunan karang melalui snorkeling atau berkano.

Di Mandalika, wisatawan dapat menikmati landmark alami Mandalika yang begitu memesona yakni Batu Payung, yang terletak di sebelah timur Pantai Tanjung Aan. Pantai ini berciri khas bentuk batu karang di pinggir laut yang luas. Salah satu yang menonjol adalah karang berbentuk payung. Di pantai ini wisawatan tidak akan menemukan pantai berpasir.

Jika ingin menikmati pantai berpasir putih nan lembut kunjungi Pantai Kuta Mandalika. Pantai yang destinasi wisata favorit, adalah lautan biru dengan perbukitan hijau di kejauhan. Bila ingin lokasi yang lebih sepi, alternatifnya adalah Pantai Tanjung Aan yang berpasir putih lembut, dengan ombak yang ideal untuk berselancar. Gugusan perbukitan hijau di kejauhan menambah keindahan Pantai Tanjung Aan ini.

Pantai Serenting menjadi destinasi wisata lain di Mandalika, dengan pasir putih yang lembut dan ombak yang asyik untuk berselancar. Spot iconic di Pantai Serenting adalah tengkong atau jamur dalam bahasa Sasak yang terletak di tengah laut. Di Pantai Gerupuk, wisatawan bisa ‘menari’ atau surfing bersama ombak dengan sensasi ombak yang diakui peselancar internaional, seperti di Batu Teong, Prigi, Giligoleng, Batu Lawang, dan Terasaq.

Bila mengunjungi Mandalika, wisatawan juga bisa menikmati spot sunset terbaik di Bukit Merese, yang terletak di antara Pantai Tanjung Aan dan Pantai Serenting. Lanscape bukitnya sangat bagus. Ditemani pemandangan bukit hijau dan lautan yang indah dengan desir angin semirlir, sembari menyaksikan matahari perlahan-lahan tenggelam di ufuk barat. Lalu ada Goa Kotak, goa dengan lorong berbentuk kubus, tanpa stalagmit dan stalagtit,  yang menjadi destinasi wisata ngehits. Di ujung goa yang berada di atas bukit, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut lepas yang begitu indahnya.

Jangan lewatkan untuk mengenal local wisdom di Desa Adat Sade, untuk melihat warga lokal Lombok dan Suku Sasak. Di Desa Adat Sade, wisatawan dapat berkeliling desa, melihat bangunan tradisional dan menyaksikan adat istiadat yang terus dilestarikan. Wisatawan dapat menyatu dengan warga lokal dalam tarian, permainan dan aktivitas menarik lainnya. Bahkan bisa belajar memenun kain songket khas Lombok, mulai dari proses pemintalan, pewarnaan, hingga penyimpanan kain.

Wisatawan juga bisa berkunjung ke Desa Adat Ende, yang dihuni oleh sekitar 37 kepala keluarga dari Suku Sasak. Di desa ini, wisawatan dapat melihat sepenuhnya kehidupan warga Suku Sasak yang sangat tradisional. Desa ini dipenuhi dengan rumah khas Suku Sasak yang terbuat dari anyaman alang-alang dan bambu, dengan lantai dari tanah yang dicampur kotoran kerbau atau sapi. Bila beruntung, di desa ini wisatawan dapat menikmati upacara adat pernikahan yang unik.

Mandalika memiliki lokasi yang strategis. Hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Internasional Lombok atau setengah jam perjalanan dari pusat kota Lombok. Menuju Bandara Internasional Lombok bisa dari berbagai kota di tanah air seperti Jakarta, Surabaya atau Denpasar-Bali, serta kota-kota lain. Bahkan saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia menuju Lombok. Saat ini penerbangan AirAsia juga membuka rute penerbangan Perth, Australia – Lombok. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *